Kamis, 13 November 2014

Kapan Waktu Tepat Bagi Ibu Hamil untuk Naik Pesawat

Binjai Tech - Ibu hamil wajib memperhatikan kandungannya jika ingin melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Pasalnya, keadaan di udara dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janinnya. Hal yang dikhawatirkan adalah terjadinya keguguran selama menempuh perjalanan. Oleh sebab itu, perlu bagi ibu hamil untuk memperhatikan usia kehamilan dan kondisi terkini dari kesehatan fisik maupun janinnya.

Banyak masalah kesehatan yang dapat mengganggu ibu hamil selama melakukan perjalanan dengan pesawat. Paling ringan adalah kram dan pembengkakan di kaki, dapat pula terjadi di mata kaki. Bisa pula ibu hamil mengalami blood clots/thrombosis, yaitu keadaan terjadinya pembengkakan yang disertai dengan rasa nyeri dan kemerahan pada bagian bawah lutut. Baik kram maupun blood clots penyebabnya yaitu peredaran yang tdak lancar.

Masa yang terbilang “aman” bagi ibu hamil untuk terbang dengan pesawat yaitu usia kehamilan 14 – 27 minggu. Di waktu ini ibu hamil biasanya sudah tidak mengalami mual dan lebih kuat tubuhya. Jika terbang lebih dini dari usia kehamilan 14 minggu dikhawatirkan masih mengalami pusing dan mual. Risiko janin gugur juga lebih tinggi di masa ini.

Sementara itu kalau sudah memasuki hamil tua di atas 36 minggu, justru tidak diperkenankan naik pesawat. Kalau mengandung anak kembar maka batas maksimal naik pesawat adalah 32 minggu.

Ada baiknya bagi ibu hamil yang ingin berpergian dengan pesawat melakukan konsultasi dahulu dengan dokter kandungan. Ibu hamil yang memiliki riwayat kesehatan berupa pendarahan, diabetes, mual berlebihan, pernah keguguran, melahirkan prematur, dan hipertensi sebaiknya mendapatkan perhatian lebih sebelum naik pesawat. Kondisi kesehatan benar-benar harus dijaga demi keselamatan ibu dan janin.

Rabu, 12 November 2014

Amerika Siapkan Pesawat Induk Mirip Film Avengers

Binjai Tech - Pesawat terbang induk atau helicarrier mirip dengan landasan pesawat di udara yang ada di fim Avengers. Dalam film tersebut, Captain America, Hulk dan Iron Man terbang dengan pesawat yang melandas dari helicarrier di atas langit.

Konsep tersebut sepertinya menarik perhatian militer Amerika. Komik besutan Marvel itu memberikan inspirasi pembuatan pesawat induk masa depan. Pesawat induk itu ditargetkan akan bisa membawa drone dan menjadi 'tempat tinggal' pesawat tanpa awak dari mana saja.

Dilansir melalui Daily Mail, Rabu 12 November 2014, badan penelitian teknologi militer Amerika di Pentagon, Darpa, mengatakan jenis operasi militer Amerika sangat bergantung pada pesawat induk yang besar, kuat dan berawak. Namun sayang, misi seperti ini cenderung membutuhkan pesawat yang mahal. Bahkan resiko besar akan menghantui awak pesawat dan pilot.

Darpa sempat membuat sistem pesawat tanpa awak yang berukuran kecil. Diperkirakan, Unmanned Aircraft System (UAS) akan bisa mengurangi resiko-resiko yang ditimbulkan dari pesawat besar itu. Namun Darpa salah perhitungan. Pesawat UAS berukuran kecil ternyata tidak bisa melaju dengan cepat, tidak bisa menempuh jarak jauh dan daya tahan yang kurang ketimbang pesawat besar.

Solusi satu-satunya, menurut Darpa, adalah menciptakan platform pesawat terbang mirip film Avengers. Pesawat induk ini bisa terbang ke mana saja dan dapat diandalkan untuk membawa drone dalam jumlah banyak, dan mengoperasikannya kapan saja.

"Kami harap bisa menemukan cara untuk bisa membuat pesawat kecil lebih efektif. Satu-satunya ide yang menjanjikan adalah menggunakan pesawat induk besar, dengan modifikasi minimal, untuk membawa pesawat lainnya di udara," ujar Project Manager Darpa, Dan Patt.

Projek itu disebut Distributed Airborne Capabilities (DAC). Dasar pembuatannya, mirip dengan gabungan pesawat pengebom B-52 Stratofortress atau B-1B Lancer, dengan pesawat kargo Hercules C-130.

"Kami berinovasi untuk membuat konsep desain UAS baru yang bisa berfungsi sebagai pesawat muatan, yang bisa memuat dan membawa banyak drone," Patt.

Selain DAC, militer udara Amerika juga sedang mengembangkan drone tanpa awak yang bisa terbang secara bergerombol mirip serangga, bisa merangkat seperti laba-laba, bahkan berjalan secara sembunyi-sembunyi.

Tahun lalu, badan peneliti militer udara Amerika, Air Vehicles Directorate, merilis sebuah video animasi yang menunjukkan kemampuan masa depan dari Micro Air Vehicles (MAV). Perangkat ini digadang-gadang mampu meningkatkan performa persenjataan perang Amerika di masa depan. 

Mengamati Berbagai Pesawat di KTT G20 Brisbane

Binjai Tech - Sementara sejumlah warga Brisbane, Australia, mengeluhkan berbagai hal yang mengganggu rutinitas mereka karena kota ini menjadi tuan rumah KTT G20, warga lainnya malah antusias dengan kesempatan untuk melihat berbagai pesawat yang datang.

Setiap kepala negara G20 akan hadir dengan pesawat dari negera mereka sendiri dan banyak yang sudah mengirim peralatan lebih dahulu.

Yang sudah mendarat misalnya pesawat kargo Rusia Ilyushi II-76, pesawat kargo khusus yang jarang terlihat di Australia, dan pesawat Boeing 777 Saudi Arabia.

Pesawat kargo Rusia IL-76 terbang di atas bandara Brisbane (Daniel Vorbach)

Melihat berbagai pesawat sudah merupakan hobi yang banyak diminati oleh warga di negeri seperti Australia atau Inggris dan di tempat lain.

Dan peristiwa seperti KTT G20 adalah hal yang paling memungkinkan untuk melihat kedatangan pesawat berbagai jenis dan berbagai nama.

Pesawat AS USMC MV-22 Osprey ( Daniel Vorbach)

Salah seorang di antaranya adalah Daniel Vorbach, yang melihat pesawat MV22 Ospreys dari Amerika Serikat di pangkalan udara militer Amberley di Ipswich sekitar 50 km dari Brisbane.

Ospreys ini adalah pesawat yang berbentuk kombinasi antara pesawat biasa dan helikopter.

Vorbach sebenarnya hendak melihat pesawat tempur Hornets Australia yang tiba di Ipswich dari negara bagian lain.

"Saya sama sekali tidak menduga akan melihat Osprey. Tidak ada yang menduga pesawat itu akan datang, jadi saya senang  bisa melihatnya," kata Vorbach.

Pesawat Rusia Rossiya IL-96 lepas landas beberapa minggu lalu membawa personel militer Rusia (Daniel Vorbach)

Pesawat lain yang datang adalah pesawat pengisi bahan bakar, KC130J milik Amerika Serikat, yang kemungkinan bermarkas di Jepang dan pesawat Hercules.

"Pagi ini saya melihat pesawat Boeing 777 milik Saudi Arabia mendarat," kata Bert Van Drunick, yang mengamati dari pagar luar Bandara Brisbane.

Dia dan penggemar pesawat lainnya sudah tidak sabar menunggu hari Jumat (14/11/2014) dimana hampir semua delegasi internasional akan hadir.

"Ketika 777 mendarat, hanya ada sekitar 20 orang, namun hari Jumat menurut perkiraan ada ratusan orang," katanya.

"Sudah ada 20 orang yang datang khusus dari Adelaide hanya untuk melihat berbagai jenis pesawat ini," tambah Van Drunick.

Pesawat kargo Saudia Boeing 744F tiba di Brisbane.

Selasa, 11 November 2014

Perusahaan Pesawat Ramai-ramai Bidik Pasar Indonesia

Binjai Tech - Indonesia kerapkali menjadi pasar empuk untuk pemasaran aneka produk dari gadget hingga kendaraan mewah. Bahkan, model transportasi super-mewah seperti pesawat dan helikopter mulai ramai menyasar pasar Tanah Air.

Jumlah penduduk yang hampir 250 juta jiwa dan bentuk geografis yang berkepulauan dianggap perusahaan pembuat pesawat dan helikopter sebagai alasan Indonesia bisa jadi pasar potensial. Oleh sebab itu, mereka pun mulai merapat ke Indonesia - salah satunya adalah perusahaan Airbus Helicopters.

"Indonesia merupakan salah satu negara potensial untuk industri transportasi udara. Bentuknya yang kepulauan dan jumlah penduduk yang besar menjadikannya sebagai prioritas kami dalam mengembangkan pasar pesawat maupun helikopter," ujar Fabrice Rochereau, VP Sales & Costimer Relations Asia-Pasific Airbus Helicopters.

Demi menggaet pasar kelas atas ataupun berbagai lembaga di Indonesia yang memiliki mobilitas tinggi dan memerlukan efisiensi waktu, Airbus mengklaim membawa berbagai model produknya ke pasar Indonesia. Kebutuhan sipil maupun militer diakui Fabrice bisa ditangani produk buatannya.

"Kita sediakan berbagai macam helikopter yang bisa difungsikan untuk membantu berbagai kebutuhan seperti angkutan pribadi, kesehatan maupun bermacam-macam aktivitas militer seperti pengiriman suplai atau patroli di lokasi yang sulit dijangkau," tambah Fabrice.

Fabrice menyebutkan harga helikopter yang disediakannya berkisar antara US$ 2-30 juta setara dengan 2-3 mobil mewah atau mobil super yang biasa dipakai para konglomerat.

Untuk perawatan, pilot dan garasi, Airbus menyebutkan bisa membantu kebutuhan para pelanggan di Indonesia yang punya potensi besar di industri dirgantara.

Pesawat Antariksa Eropa Data 70 Ribu Planet Alien

Binjai Tech - Sebuah pesawat ruang angkasa Eropa yang diluncurkan pungkasan tahun lalu akhirnya menemukan 70 ribu exoplanet. Temuan yang diterbitkan dalamThe Astrophysical Journal ini diklaim dapat membantu peneliti untuk memahami jumlah dan karakteristik dunia asing di seluruh galaksi.

Gaia, yang diluncurkan oleh Badan Antariksa Eropa pada Desember 2013 silam, diharuskan mencari sekitar 21 ribu planet asing dalam misi lima tahun, dan 70 ribu planet dalam 10 tahun. “Planet-planet tersebut memiliki ciri khas tersendiri,” kata Michael Perryman dari Princeton University, seperti dikutip dari Space, Senin, 10 November 2014.

Perryman mengatakan Gaia tak hanya menemukan daftar semua planet yang ada, tapi juga planet yang sejauh ini belum dieksplorasi. Dunia yang memiliki bintang seperti matahari pertama kali ditemukan pada 1995. Sejak saat itu, ujar dia, para astronom telah menemukan hampir 2.000 exoplanet di ruang angkasa.

Tentunya, kata Perryman, masih banyak dunia dari para “alien” di luar sana yang belum diidentifikasi. Para astronom beranggapan setiap bintang di Galaksi Bima Sakti memuat satu planet. “Jika dikalkulasi, itu berarti ada 100 miliar dunia alien di luar sana.”

Gaia, pesawat senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 1,2 triliun, beroperasi di wilayah seluas 1,5 juta kilometer dari bumi. Wilayah itu disebut Earth-Sun Lagrange Point 2. Tujuan utama pesawat ulang alik ini ialah memantau 1 miliar bintang di Bima Sakti tersebut untuk membantu astronom membuat peta rinci tiga dimensi. 

“Peta tersebut dapat mengungkap struktur galaksi dan evolusi,” ujar Perryman. Tak hanya itu, Gaia juga bertugas mencatat planet asing yang tak dapat diidentifikasi oleh teropong antariksa Kepler milik NASA. Dengan begitu, Gaia diharapkan dapat mengungkap dunia asing lebih banyak. Ke depannya, para peneliti akan menambah 20 ribu planet asing terbaru di titik orbit Gaia. 

CEO Tesla Ingin Buat Pesawat Listrik


Binjai Tech - Industri pesawat terbang memiliki target yang tidak mudah. Selain peningkatan lalu lintas udara, mereka juga memiliki target pengurangan emisi gas.

Pada tahun 2050 nanti, industri pesawat terbang diperkirakan akan meningkatkan lalu lintas udara sebanyak tujuh kali lipat. Mereka juga ditargetkan harus mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 4 kali lipat.

Dilansir melalui Space.com, Senin 11 November 2014, langkah paling penting untuk membuat industri ini lebih 'hijau' adalah membuat pesawat komersil yang memiliki daya listrik. Daya seperti itu bebas dari emisi CO2 dan NOx. Sayangnya, butuh banyak waktu dan upaya untuk bisa menemukan baterai listrik yang sesuai dan mumpuni.

CEO Tesla, Elon Musk mengatakan, industri penerbangan akan sangat menarik jika sudah menemukan baterai dengan kemampuan produksi 400 watt-hours per kilogram. Ini dengan rasio kekuatan sel untuk massa keseluruhan antara 0,7 sampai 0,8.

Pada 1994 lalu, baterai lithium-ion baru mampu mencapai kepadatan energi sebesar 113Wh/kg. Lalu meningkat menjadi 202Wh/kg pada 2004. Saat ini, kekuatannya hampit mendapat 300Wh/kg. Diperkirakan dalam beberapa dekade ke depan, kekuatannya mencapai 400Wh/kg.

Untuk menghadirkan biaya murah sekaligus ramah lingkungan, industri juga bisa menggunakan solar panel. Ini merupakan solusi energi termurah yang diharapkan. Bahkan biayanya lebih murah 70 persen dibanding biaya baterai lithium-ion di 2025.

Penggunaan biofuel juga menjadi perhatian. Sayangnya, daur hidup sebuah pesawat diperkirakan hanya sekitar 21 sampai 33 tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu lama untuk bisa melakukan transisi dari penggunaan energi fosil ke listrik. Biasanya membutuhkan dua sampai tiga dekade. Di sisi lain, energi biofuel mampu mengurangi emisi karbon antara 36 sampai 85 persen.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah membuat konsep pesawat penerbangan komersil yang diperkirakan akan sukses di masa depan. Berikut tampang pesawat masa depan NASA.

Senin, 10 November 2014

Tips Membawa Bayi dengan Pesawat

DALAM waktu dekat mungkin Anda akan bepergian yang mengharuskan naik pesawat terbang dengan membawa bayi Anda ikut serta, tak perlu cemas. 

Berikut ini panduan untuk bepergian bersama bayi kecil Anda dengan pesawat terbang. Mulai dari sebelum berangkat, saat di bandara, hingga selama di pesawat, agar acara bepergian bersama si kecil lancar dan menyenangkan. 

1. Sebelum Berangkat
Saat Memesan Tiket  
- Pilih waktu terbang yang paling nyaman untuk bayi, misalnya pada malam hari (untuk penerbangan panjang) atau jam tidur siang untuk penerbangan jarak pendek, karena pada saat itu anak akan bisa tidur tenang di pesawat.

- Informasikan ke maskapai penerbangan bahwa Anda bepergian dengan bayi (infant). Dengan begitu, awak pesawat sudah terinformasi untuk siap memasang sabuk pengaman tambahan (untuk anak yang dipangku), atau membantu memasangkan car seat.

- Pesan satu tempat duduk tambahan khusus untuk bayi, terutama bila  bayi Anda sudah cukup besar, karena tidak dianjurkan memangku bayi terus-terusan di pesawat. Turbulensi atau perubahan tekanan udara secara drastis bisa membuat si kecil terlepas dari pegangan Anda. Belum lagi bila terjadi kecelakaan, ia bisa saja terjepit di antara tubuh Anda.

- Pesan seat di bagian depan kabin agar Anda mendapatkan lebih banyak ruang untuk kaki. Kursi di bagian depan kabin juga artinya semakin sedikit suara bising yang terdengar dari mesin pesawat. Dan perlu diingat, Anda dan bayi tidak diizinkan duduk di deretan emergency exit.

- Pilih tempat duduk di sisi lorong (aisle) untuk Anda, agar Anda bisa gampang keluar-masuk saat mengurus si kecil-bila harus ke toilet atau saat menenangkannya dengan berjalan-jalan di lorong kabin.

- Cermati dan patuhi peraturan tentang membawa stroller, karena tiap maskapai penerbangan menetapkan aturan yang berbeda. Ada yang membolehkan dibawa ke kabin dan dititipkan ke awak pesawat, namun ada pula yang sama sekali melarang membawa stroller ke kabin-harus masuk bagasi.    

Umur Berapa Boleh Terbang? 
-Bila umur anak masih di bawah 2 minggu, sebaiknya hindari bepergian dengan pesawat. Tubuh bayi sekecil ini masih belum mampu menyesuaikan diri secara sempurna dengan keadaan lingkungan sekitar, karena ia baru saja keluar dari “zona nyaman” lingkungan rahim bunda. Pada usia itu bayi juga lebih rentan terhadap bakteri dan kuman, terutama di ruangan yang tertutup seperti kabin pesawat.

- Umur 3 bulan adalah usia yang cukup aman untuk bepergian naik pesawat terbang, karena di umur ini terjadi fisiologi pertumbuhan dan perkembangan bayi maksimal, sehingga kondisinya optimal jika menghadapi stres,seperti hawa dingin dan berbagai perubahan lain. Semakin tua usia bayi, maka ia akan makin kuat terhadap perubahan lingkungan lainnya.

Periksa Kesehatan Bayi Anda:
-Periksa seluruh kondisi tubuh bayi Anda sekitar 3-7 hari sebelum berangkat. Sampaikan segala keluhan kesehatan yang diderita bayi, agar dokter bisa memberikan penanganan terbaik. Misalnya bila bayi Anda baru saja mengalami pilek atau radang telinga, bisa jadi dokter akan memberikan obat tetes pereda nyeri.

-Minta surat keterangan sehat dan surat rekomendasi dokter yang menyatakan bahwa anak Anda layak untuk bepergian dengan pesawat udara. Walaupun tak selalu diwajibkan oleh maskapai, namun surat ini penting untuk berjaga-jaga. 
 
-Jaga kesehatan dan kebugaran menjelang berangkat  Beri vitamin dan makanan yang bergizi cukup dan seimbang sebagai pencegahan. Anak kecil rentan tertular airborne infection, terutama penyakit yang mudah menular seperti flu dan batuk-maka usahakan agar si kecil tidak bepergian di kala kondisinya sedang tidak prima. 

Bila keadaan bayi Anda parah, lebih baik tunda keberangkatan. Bila Anda tetap bersikeras terbang, biasanya pihak maskapai akan meminta surat persetujuan dari Anda, bahwa jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan adalah di luar tanggung jawab pihak maskapai penerbangan

2. Saat Di Bandara
- Tiba Lebih Awal, agar Anda punya waktu lengang untuk check in, terutama jika bawaan yang tidak sedikit, melewati imigrasi (bila keluar negeri) dansecurity check.
- Duduk di area 'No Smoking' saat menunggu waktu naik ke pesawat.
- Ajak bayi bermain dan beraktivitas agar ia merasa lelah, sehingga nanti di dalam pesawat ia tak butuh waktu lama untuk tertidur.

Ringan, Ringkas, Rapi 
- Bawa tas bentuk ransel untuk di kabin, terutama bila Anda bepergian hanya berdua bayi, tanpa pasangan atau pengasuh, sehingga kedua tangan Anda bisa bebas bergerak mengurus bayi. Batasi isi dan berat tas, karena Anda masih harus menggendong bayi.  

- Masukkan persediaan baju dan konsumsi untuk berjaga-jaga andaikan terjadi penundaan dan keterlambatan, yaitu baju ganti, popok sekali pakai, tisu basah, selimut, susu dan makanan.  

3. Selama Di Pesawat
- Susui atau berikan empeng untuk dihisap(sucking) saat pesawat tinggal landas dan mendarat, di saat terjadi perubahan tekanan udara yang bisa membuat telinga sakit. Berikan hingga pesawat mencapai ketinggian stabil. Aktivitas menelan ini berguna untuk menyeimbangkan tekanan dalam telinga.

- Bawa bekal ASI perah dalam botol.Peraturan penerbangan memang membatasi membawa cairan sebanyak maksimal 100 ml ke dalam pesawat, namun bagusnya peraturan tersebut mengecualikan susu dan makanan bayi, obat-obatan dan makanan diet khusus. Bila bayi Anda mengonsumsi susu formula, bawa susu formula bubuk dalam wadah tertutup. Air hangat dapat diminta ke awak kabin.

- Minta izin kepada awak kabin agar diperbolehkan duduk sementara di deretan yang sepi penumpang untuk menyusui bila Anda merasa tidak nyaman memberi ASI di antara banyak penumpang

- Hindari mengarahkan semburan hawa AC langsung pada bayi.  Pakaikan jaket atau sweater, kaos kaki, sarung tangan dan topi pada bayi, karena suhu kabin cenderung dingin. Minta selimut atau bantal tambahan bila Anda memerlukannya.  

- Pastikan bayi Anda cukup minum agar ia tidak dehidrasi karena udara di dalam kabin cenderung kering. Ini juga akan membuat mereka kenyang dan tidak rewel saat penerbangan.

- Ajak ia melakukan aktivitas bersama, misalnya bermain, dibacakan buku atau didongengi supaya ia tidak bosan dan akhirnya rewel. Atau gendong dia untuk berjalan-jalan di lorong kabin –berguna pula melancarkan peredaran darah Anda.

- Gendong bayi dalam posisi berdiri menghadap belakang, lalu tepuk-tepuk punggungnya, untuk meredakan rewelnya.  

- Tak perlu buru-buru keluar pesawat begitu tiba di tempat tujuan. Biarkan penumpang lain keluar terlebih dahulu, sehingga Anda dan bayi tidak perlu berdesak-desakan.