Minggu, 12 April 2015

Terapi ECCT, Teknologi Pengobatan Kanker Tulang

BinjaiTech - Kanker tulang menempati prevalensi terbanyak ketiga di Indonesia (0,9 per 100.000 orang). Beberapa literatur juga menunjukkan  jenis kanker tulang sekunder lebih banyak terjadi. Metastasis tulang atau penyebaran sel-sel kanker yang berasal dari kanker payudara, ginjal, paru-paru, prostat, tyroid dan myeloma.

Dokter Tulang Warsito Purwo Taruno bersama C-Tech Labs, Edwar Technology mengeluarkan teknologi terbaru yang telah mendapatkan pengakuan dunia dan digunakan di Amerika Serikat dan Jepang.

"Kerja alat ini dengan menggunakan medan listrik yang dapat menarik kepinggir mikrotubula," katanya dalam Seminar Hari Kanker Tulang Indonesia di Menara Top Food, Tangerang, Sabtu (11/4/2015).

Prinsip kerja ECCT, jelasnya, menggunakan medan listrik arus bolak balik berfrekuensi dan intensitas rendah. ECCT membunuh sel kanker saat sel itu mengalami mitosis (pembelahan) sehingga terjadi Apoptosis (proses mematikan sel). Sel-sel yang mati akan pecah dan diserap oleh tubuh kemudian di buang lewat keringat, urin dan feses.

"Tapi, alat ini masih ada kekurangan yakni alat ini sangat efektif apabila digunakan untuk kanker yang besarnya tidak lebih dari 3-5cm," ungkapnya.

Sedangkan, terangnya, untuk yang lebih dari 5cm, ECCT hanya efektif untuk mencegah tidak terjadinya metastasis di paru-paru dan otak. Akan tetapi, kendalanya adalah pembuangan massa yang meleleh karena alat tersebut seringkali perlu dilakukan operasi/amputasi diteruskan dengan pemakaian ECCT kembali untuk membersihkan atau mencegah penyebaran ke organ lain.

"Terapi ECCT dilakukan dalam kurun waktu 4-6 bulan secara berkelanjutan dan dengan rutin melakukan pengecekan ke dokter tulang," tutupnya.

Google Kembangkan Teknologi Baterai Baru

BinjaiTech - Semua produk elektronik, mulai dari arloji pintar hingga mobil, akan menjadi lebih baik jika mereka menggunakan baterai dengan teknologi yang lebih canggih. Sayangnya, sekarang ini tidak ada kemajuan yang berarti dalam hal teknologi untuk baterai.

Kebanyakan perusahaan hanya berusaha untuk memperkecil semua komponen yang ada pada suatu produk dan memasukkan baterai berdaya besar - yang biasanya juga berukuran besar - ke dalam produk tersebut. Google tampaknya berusaha untuk merubah hal ini dengan membentuk sebuah tim untuk mengembangkan baterai berteknologi baru.

Berdasarkan laporan dari Wall Street Journal, lab Google X sedang melalukan eksperimen yang bertujuan untuk mengembangkan baterai berteknologi baru yang akan digunakan pada berbagai produk buatan Google. Baterai yang lebih canggih tentu dapat meningkatkan kualitas dari ponsel Nexus.

Meskipun begitu, tampaknya ponsel bukanlah satu-satunya produk yang akan diuntungkan oleh percobaan ini. Google juga berusaha mengembangkan baterai dengan teknologi yang lebih canggih untuk digunakan dalam industri lain, seperti di bidang kesehatan, robot dan komunikasi.

Meskipun begitu, masih belum diketahui apakah pengembangan baterai berteknologi baru ini akan menjadi prioritas Google atau tidak - WSJ menuliskan bahwa sekarang ini, hanya terdapat 4 orang dalam tim untuk mengembangkan baterai jenis baru ini.

Salah satu dari 4 orang tersebut adalah Dr. Ramush Bhardwaj, mantan pekerja Apple yang merupakan seorang ahli di bidang baterai.

Jumat, 10 April 2015

Tips Password yang Aman dari Edward Snowden

BinjaiTech - Kode akses atau password memang sangat privat. Banyak pengguna digital umumnya memakai password yang mudah diingat. Namun memutuskan password juga bukan perkara mudah, sebab ada risiko bisa dibobol peretas atau komputer. 

Nah, mantan Karyawan Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Edward Snowden, turut berbagi pengalaman soal penggunaan password. 

Dikutip dari RT.com, Jumat 10 April 2015, Snowden memberikan teknik dan pengalaman dalam sebuah wawancara di Moskow, Rusia. Ia mengingatkan perlunya peningkatan keamanan, sebab sampai saat ini badan intelijen masih berupaya mengumpulkan data.

"Kabar buruknya adalah mereka masih mengumpulkan informasi semua orang," ujar Snowden.

Pembocor dokumen pemerintah AS itu menjelaskan agar pengguna menghindari pemakaian delapan karakter untuk password. Sebab formasi itu bisa dengan muda dibobol oleh mesin. 

"Password buruk adalah salah satu cara termudah menganggu sebuah sistem. Umumnya, seseorang menggunakan sandi delapan karakter, itu bisa diambil komputer kurang dari satu detik," tambah dia.

Snowden lantas meminta pengguna digital itu mengubah perpektif dari 'password' menjadi 'passphrase'.

Ia lalu menyarankan agar pengguna menggunakan password yang seluruh frasenya tidak bisa ditebak oleh komputer. Lantas, dia mengaku menggunakan password dengan pola frase yaitu margaretthatchers110%sexy. 

"Pikirkan tentang frase umum yang bekerja untuk Anda. Butuh usaha keras untuk membuat mereka (passphrase) tak mungkin ada di kamus," ujar Snowden. 

Tips tersebut merupakan yang pertama kalinya disampaikan Snowden dalam meningkatkan privasi dan keamanan online. 

Sebelumnya dalam berbagai forum telekonferensi jarak jauh, Snowden senantiasa menyarankan pengguna agar melindungi diri dengan enkripsi.

Kamis, 09 April 2015

Terobosan Teknologi Wireless Network Generasi Baru

BinjaiTech - Di era digital saat ini kebutuhan akan internet sudah menjadi bagian yang penting. Perkembangan internet beberapa tahun terakhir di Indonesia sudah sangat pesat, terutama dalam kecepatan dalam mengakses internet. Untuk mendukung itu maka teknologi jaringan WI-FI sering digunakan oleh para pengguna untuk memudahkan mereka dapat berselancar di dunia maya, perkembangan ini tentunya didukung juga oleh pembaruan standarisasi bandwith atau yang dikenal dengan IEEE 802.11.

Kini perkembangan IEEE 802.11 sudah memasuki generasi ke-5 yaitu 802.11ac, yang mampu mengirimkan koneksi kecepatan data 3x lebih cepat dari 802.11n. Pada tahun 2015, menurut para ahli, semua produk yang memiliki WI-FI akan menggunakan teknologi 802.11ac.

"Zebra Technologies akan meluncurkan product WI-FI terbaru yaitu AP7502, AP7522, AP7532 yang sudah menggunakan teknologi 802.11ac dimana dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi para pengguna jejaring internet" Kata Senior Business Manager Harrisma Informatika Jaya, Riandy Shane. Pada kesempatan ini ZEBRA mempercayakan PT. Harrisma Informatika Jaya sebagai distributor resmi yang menyalurkan produk-produk dari Zebra Technologies.

Zebra Technologies adalah pemimpin global dalam pencetakan barcode dan RTLS Teknologi termasuk printer, RFID, Mobile Computing, Network. Zebra didirikan pada tahun 1969 dengan budaya yang kaya akan sebuah inovasi. Pada tahun 1980 Zebra meluncurkan printer barcode pertama di dunia dan sepanjang perjalannya telah meng-akusisi beberapa perusahaan besar untuk memperluas jangkauan didalam bisnisnya. Pada tahun 2014, Zebra telah mengakusisi bisnis enterprise dari Motorola Solution Inc.

Sedangkan, PT Harrisma didirikan sejak tahun 1986, dimana Harrisma memulai bisnis bersama HP & FujiXerox dalam mengembangkan bisnis distribusi IT di Indonesia. Beberapa brand IT ternama ikut bergabung untuk melebarkan bisnis mereka di Indonesia, di antaranya Lenovo, Apple, Zebra ( Motorola Solutions Enterprise ) , Brother, Panasonic, Honeywell, dan NEC. Berbagai product yang dipercayakan mulai dari Notebook, Printer, Scanner, Networking, Barcode Scanner, Mobile Computing, hingga POS Machine.

Harrisma merupakan Local Company with a Local Culture yang mengedepankan Trust and Flexibility but Firm. Quick Response, merupakan salah satu dukungan yang dilakukan oleh Sales Team dalam melayani kebutuhan para reseller & dealer.

Sejumlah penghargaan diraih Harrisma, di antaranya penghargaan yang diraih pada 2014; Outstanding New Partner 2014 Asia by Honeywell, Top Wireless Distributor in ASEAN Total 2012, by Motorola, dan masih banyak penghargaan lainnya. Berbekal pengalaman tersebut menjadikan Harrisma menjadi salah satu distributor IT terbesar di Indonesia.

35 Alat Teknologi Tepat Guna Dilombakan

BinjaiTech - Sebanyak 35 alat mengikuti Gelar Lomba Tekonologi Tepat Guna, Kamis (9/4/2015). Lomba ini digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Perempuan dan Keluarga Berencana di halaman belakang kantor yang berada tak jauh dari Kantor Bupati Belitung ini.

Ketua PPK Gelar Teknologi Tepat Guna Suyanti mengatakan, sebanyak 35 alat itu berasal dari sejumlah kecamatan Kabupaten Belitung. Mereka terbagi menjadi tiga kategori yakni SMP, SMA, dan umum.

Pantauan Pos Belitung, sejumlah siswa dan peserta ini mengikuti gelaran ini. Mereka menampilkan pembangkit listrik tenaga angin, teknologi pembuat bakso manual, hingga presentasi penanggulangan HIV/AIDS menggunakan alat peraga.

"Pemenangnya, juara 1,2, dan 3, masing-masing kategori akan diikutkan pada tingkat provinsi," kata Suyanti kepada Pos Belitung.

Sejumlah pihak diikutkan sebagai juri pada gelaran teknologi tepat guna ini. Juri didatangkan dari Bappeda Kabupaten Belitung, DTHPPK2P, DKP, Disperindagkop, Dindikbud, dan BPMPDKB Kabupaten Belitung.

Rabu, 08 April 2015

OnePlus 2 Gunakan Teknologi Fingerprint

BinjaiTech - Produsen ponsel asal China, OnePlus dikabarkan akan menghadirkan smartphone terbarunya menyusul suksesor pendahulunya, OnePlus 2. Namun sayangnya, beberapa sumber informasi menyebutkan bahwa desain yang diadopsinya mirip dengan Oppo Find 7.

Seperti dilansir dari Gizmochina, Selasa (7/4/2015), bocoran fitur menyebutkan bahwa OnePlus 2 memiliki fitur pengamanan dengan sistem pindai sidik jari. Fitur keamananfingerprint disebutkan tertanam dalam tombol home yang ada pada bagian depan perangkat.

Namun sayangnya, desain tipis pada bagian depan perangkat diungkap akan identik sama dengan desain yang ada pada Oppo Find 7. Sumber informasi menyebutkan, hal tersebut dikarenakan sama persis dengan versi sebelumnya (OnePlus) yang juga memiliki tampilan desain yang sama.

Selain fingerprint, OnePlus 2 dikabarkan juga akan membawa sistem operasi dukungan dari Android 5.0 Lollipop dengan antarmuka kembangannya sendiri. Dan rencananya, smartphone tersebut akan resmi diperkenalkan pada kuartal ketiga tahun 2015.

Belum ada informasi jelas mengenai penggunaan spesifikasi untuk OnePlus 2, namun diyakinkan bahwa smartphone terbaru ini akan didukung dengan dapur pacu dari Qualcomm. Disebutkan bahwa prosesor yang digunakan OnePlus adalah Snapdragon 810.

Sabtu, 28 Maret 2015

Undercover Colors, Cat Kuku yang Mampu Deteksi Obat Bius

Binjaitech - Sebuah teknologi terbaru diciptakan oleh empat sekawan asal Amerika Serikat. Mereka adalah Tyler Confrey-Maloney, Stephen Gray,  Tasso Von Windheim, dan Ankesh Madan yang sama-sama pernah menuntut ilmu di Material Science & Engineering NCSU.

Seperti dilansir Dailymail, Jumat (22/8/2014), mereka menciptakan cat kuku bernama Undercover Colors. Teknologi terbaru itu dianggap mampu mendeteksi obat bius. Para penemu menganggap cat kuku tersebut akan sangat bermanfaat bagi perempuan agar terhindar dari pembiusan yang berakhir dengan pemerkosaan.

Aneks Madan mewakili teman-temannya mengatakan penemuan Undercover Colors didasarkan pada keprihatinan dengan terus meningkatnya kasus kekerasan seksual yang dimulai dengan pembiusan. Washington Postpernah mencatat, kekerasan seksual di kampus-kampus nasional di Amerika Serikat meningkat lebih dari 50 persen, dengan total mencapai 3.900 kasus pada 2012 lalu.

“Jadi ide menciptakan cat kuku ini adalah dengan mendeteksi obat bius yang dimasukkan dalam minuman saat kencan,” terang Madan.

“Si wanita hanya perlu mengaduk minuman dengan jarinya. Jika cat kukunya berubah warna, dia akan tahu ada sesuatu yang salah,” imbuh dia.

Undercover colors memang masih dalam tahap pengembangan. Namun para penemu berjanji akan meningkatkan kualitas teknologi terbaru itu. Apalagi pihak kampus sangat mendukung mereka.

Madan menambahkan selama proses pengembangan teknologi terbaru itu, dia dan kawan-kawannya telah menggunakan ruang laboratorium melalui College of Veterinary Medicine. “Kami memiliki penasihat teknis utama yang ahli. Itu akan sangat membantu kami dalam mengembangkan serta meningkatkan Undercover Colors,” beber dia.